Kehidupan bagaikan roda yang berputar, hari ini kita dibawah hari esok kita bisa diatas. Tapi semuanya itu tidak datang begitu saja, dibutuhkan upaya dan jerih lelah. Terkadang ada orang yang merasa bahwa upaya dan jerih lelah mereka ini patut dihargai kelak jika mereka sudah berhasil dan hal itu sangatlah wajar. Penghargaan kepada diri sendiri adalah hal wajib bagi mereka yang sudah berusaha dari setiap titik dalam kehidupan mereka untuk memperoleh apa yang sekarang mereka bisa raih . Tapi dalam bentuk realita, sering kali penghargaan akan diri sendiri ini bertumbuh melewati batas kewajaran. Mata saya ini melihat sendiri bagaimana sebuah keluarga kecil berjuang dari titik nol sampai titik puncak dalam kehidupan mereka. Sangatlah mengharukan jika saya mengingat bagaimana keramahan dan kerendah hatian mereka saat masih berada di titik nol dan sangatlah mengejutkan jika saya melihat sekarang bagaimana kesombongan dan ketamakan mereka yang sudah berada di titik puncak. "Mumpung sekarang masih ada uang, mari kita gunakan semaksimal mungkin... Toh kita pun survive saat masih di titik nol dan bisa bangkit ke titik puncak makanya jika suatu saat nanti kita jatuh ke titik nol, kita mudah"an bisa bangkit lagi... At the mean time, mari kita memanfaatkan uang kita" mungkin pernyataan diatas yang ada di benak mereka atau mungkin bahkan menjadi prinsip hidup mereka. Seseorang yang dapat dikatakan OKB menurut saya adalah mereka yang mengalami kenaikan derajat hidup terlalu cepat dan belum terbiasa oleh kenikmatan-kenikmatan yang ditimbulkan olehnya sehingga dengan gelojohnya berusaha memenuhi hasrat akan kenikmatan tadi, singkat kata mereka ini kampungan. Jujur orang yang sudah 10-15 tahun kaya itu pasti berbeda gaya hidupnya dengan orang yang baru 5/3 tahun kaya. Makanya berbangga hatilah bagi mereka yang baru 5 tahun makmur bertingkah seperti mereka yang sudah 10 tahun menikmati harta materi itu. Kebanyakan orang kaya yang sudah makan asam garam dunia materi tidak segelojoh dan sebodoh orang kaya yang baru melihat rekening mereka yang memuncak. Bagi orang kaya baru, prioritas utama mereka adalah menonjolkan dan memamerkan segala kemampuan mereka dalam memenuhi hasrat materinya, sebagai contoh ada 5 mobil di garasi keluaran terbaru belum lagi ada 13 telepon genggam yang harganya diatas Rp. 5.000.000 . Sebaliknya orang kaya yang berpengalaman merasa segalah pemenuhan hasrat tadi bukan sebagai prioritas utama tapi apa yang dapat di berikan oleh hasrat tadilah yang penting, singkatnya mana lebih penting otak berisi atau mobil mewah? . Akhir kata, orang bisa menjadi sangat berbeda dan bodoh jika sudah dihadapkan pada uang yang tidak sedikit dan tampak menjanjikan.
Friday, March 13, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
3 comments:
Orang kaya bodoh atau pintar tidak ditentukan oleh waktu. Ada Orang Kaya Baru, miliuner baru, tapi tidak bodoh dan norak. Mengapa? banyak faktor. Pendidikan, latar belakang, pergaulan, keluarga, prinsip dan pandangan hidup.
Kecenderungan orang baru kaya jadi show off adalah mereka perlu pengakuan dari lingkungan sekitar bahwa mereka sudah kaya, sudah nggak kere lagi, sudah jangan injak2 saya lagi seperti waktu saya masih kere. Mereka seolah2 berteriak..."hey people, look at my car, look at my gadget, and don't underestimate me anymore!"
Makanya, orang2 kaya yang udah mature lebih stable, mereka gak perlu beli stunning hot sport cars. Mereka nggak perlu pengakuan dari orang2 ( orang2 juga udah tau mereka kaya without all the gadget anyway).
Seorang pakar finansial menyebutkan, yang penting bukan kaya, tetapi makmur. Orang bisa kaya karena dia kerja. Gajinya besar. Tapi belum tentu dia makmur.
Kemakmuran di ukur dari seberapa lama seseorang bisa bertahan jika dia tidak bekerja. Tentunya dengan mengandalkan simpanan dan investasi mereka.
Jadi sepertinya lebih penting untuk makmur bukan? dan bagaimana seseorang bisa makmur kalau semua yang di hasilkan oleh pekerjaannya di spend habis2an sekarang?
You know what? orang2 kaya yang mature itu, kebanyakan mereka makmur. Meskipun hanya nyetir "old suzuki panther", tapi mereka bisa memanjangkan harta mereka untuk anak cucu bahkan jika mereka kehilangan pekerjaan mereka.
Jadi , kamu mau jadi yang mana?
wahh baru lagi nih la... yg ini blog tentang apa??? bagus ceritanya :)
thats a long comment mbadebi! i think i'll post yours ....
Post a Comment